Harga Kubah Masjid Di Jakarta – Kota Beograd yang saat ini jadi ibukota Negara Serbia sempat jadi sisi dari lokasi Emperium Usmaniyah (Turki) pada paruh pertama era ke 16 sampai paruh ke-2 era ke-19. Salama masa itu kota Beograd jadi pusat kebudayaan paling utama dengan sebagian kota yang lain di lokasi semenanjung Balkan, seperti Sarajevo serta Skoplje di Bosnia, dengan sekitaran 160 masjid dari 273 masjid di semua Serbia, 7 pemandian umum ciri khas Turki serta sekitaran 7000 gedung kamar mandi serta 21 caravan-saray.

Tetapi dari demikian banyak bangunan itu sudah alami rusaknya maupun pengerusakan mulai sejak masa kekuasaan Kekaisaran Austria sampai ke masa pemerintahan Serbia. Dari demikian banyak masjid yang berada di kota Beograd cuma tersisa Masjid Bajrakli jadi satu satu nya masjid di kota Beograd sampai hari ini yang masih tetap berdiri di lokasi tertua di kota Beograd, Kubah Masjid.


Masjid Bajrakli berdiri kuat di tepian ruas jalan Gospodar Jevremova yang lenggang tetapi kaya dengan histori waktu dulu di kota Beograd di sekitaran pojok jalan Kralja Petra Street, berdekatan dengan sisa Sinagog Yahudi yang saat ini telah berpindah peranan jadi Galeri serta satu Gereja Ortodok, di lokasi yang bernama Dorcol.

Bendera di menara Masjid Bajrakli

Nama Dorcol untuk lokasi ini datang dari Bhs Turki yang bermakna “Empat jalan”. Pada eranya lokasi ini adalah satu diantara serasi kehidupan di pusat kota Beograd, di tempat ini jadi tempat tinggal untuk tiga pemeluk agama berlainan. Tetapi keselarasan itu ternoda oleh satu kerusuhan massa pada th. 2004 ketika masjid itu dibakar oleh sekumpulan masa karena sentiment anti Kosovo yang dipandang bertindak disintegrasi.

Dari nama serta gaya arsitektunya, lokasi Darcol di kota Beograd ini mencerminkan histori masayarakat sekalian kota Beograd. Spesial mengenai lokasi Dorcol ini, seseorang penulis serta pelukis terkenal setempat sempat menulis “Bila saya cuma di beri saat satu jam untuk tunjukkan seperti apa Serbia pada pelancong yang datang, jadi saya juga akan membawanya ke Kralja Petra street. Laksana satu pelangi, ruas jalan ini menghubungkan dua peradaban, dua budaya serta dua sungai sekalian yaitu Sungai Sava serta Sungai Danube”.

Satu Masjid Tiga Nama

Pada awal dibuat th. 1575 masjid ini bernama Masjid Cohadži ambil nama dari pendirinya yang bernama Hadzi Alija. Beliau yaitu seseorang muslim pedagang kain (tekstil). Pada saat itu pedagang kain di panggil Coha, hingga beliau lebih di kenal dengan nama panggilan CoHadzi serta nama itu juga yang lalu dilekatkan pada masjid ini.

Serbia pernah jatuh ke tangan kekaisaran Austria th. 1717 sampai th. 1739 serta masjid ini pernah di ganti jadi Gereja Katholik. Tetapi lalu dikembalikan peranannya jadi masjid pada th. 1741 bersamaan dengan kembalinya kekuasaan Emperium Usamniyah di lokasi itu

Masjid Bajrakli lalu di diperbaiki serta dikembalikan ke bentuk serta peranannya awal mulanya jadi masjid oleh Hussein-bey, yang disebut chehaya (wakil) dari komandan pasukan Usmaniyah Turki, Ali-pasha. Serta oleh Karenanya juga masjid ini juga sempat dikatakan sebagai Masjid Hussein-Bey atau Masjid Hussein-chehaya, Harga Kubah Masjid Di Jakarta .

Pada ahir era ke 18 Masjid ini jadi masjid paling utama di Beograd serta masjid masjid yang lain juga akan ikuti aba aba dari masjid ini untuk mengumandangkan azan. Aba aba yang dipakai yaitu dengan mengibarkan Bendera bulan sabit bewarna hijau diatas menara masjid, sesudah lihat bendera itu baru masjid yang lain ikuti menyuarakan azan.

Bangunan asli Masjid Bajrakli, tampak sedikit di bagian kanan photo bangunan penambahan di belakang bangunan asli.

Bendera dalam Bhs Turki dimaksud Bajrak, serta mulai sejak sekarang ini masjid ini lebih di kenal dengan Nama Bajrakli atau dengan harfiah berarti jadi masjid berbendera. Sampai saat ini bendera bulan sabit hijau selalu dipasang di menara masjid ini. Akan tetapi tidak ada sekali lagi nada azan bersahutan serta berkepanjangan dari masjid masjid lain-nya karna memanglah Masjid Bajrakli adalah hanya satu masjid yang masih tetap berdiri di kota Beograd.

Masjid ini sempat di restorasi pada era ke 19 oleh seseorang bangsawan Serbia. Di th. 2004, masjid ini pernah alami rusaknya kronis karena kebakaran dalam rusuh masa, tetapi lalu kembali diperbaiki serta dikembalikan ke memiliki bentuk awal mulanya. Momen bermula dari pembelahan diri Kosovo jadi Negara merdeka dari Federasi Yugoslavia yang ditentang oleh pemerintah pusat di Beograd.

Pertentangan itu berbuntut pada turut campurnya dunia internasional. Di th. 1999 kota Beograd digempur oleh pasukan NATO dalam usaha menghimpit Yugoslavia (Negara kesatuan sebelumnya terpecah belah) yang lakukan intimidasi kejahatan pada rakyat Kosovo. Beragam gedung strategis militer serta pemerintahan di bombardir oleh tentara NATO. Jadi salahsatu bentuk perlawanan, Masjid ini lalu dibakar oleh orang-orang Serbia jadi bentuk memprotes serta kekesalan warga pada sikap disintegrasi Kosovo yang notabene berhaluan Islam.

Arsitektur Masjid Bajrakli

Bangunan masjid ini jadi tumpuan hanya satu untuk muslim kota Beograd yang disebut sisi dari muslim Serbia yang saat ini cuma tersisa sekitaran 3% dari keseluruhan masyarakat Negara itu. Bangunan yang diperlengkapi dengan satu kubah paling utama serta satu menara terpisah dari bangunan paling utama.

Masjid Bajrakli saat ini telah diperlengkapi dengan bangunan masjid penambahan yang ada di belakang bangunan asli tanpa ada merubah bentuk bangunan aslinya. Bangunan lebih ini terkecuali berperan jadi ruang sholat, juga adalah sisi dari pusat kesibukan ke-Islaman muslim Beograd, termasuk juga tempat bekantornya Mufti dari Komune Muslim Serbia dan Konsul Komune Muslim Serbia.

Bangunan asli masih tetap dengan bentuk serta feature aslinya, Bangunan intinya terbagi dalam dua lantai, lantai dua-nya berbentuk lantai mezanin dari kayu yang dikhususkan untuk jemaah wanita. Lantai basic atau ruang sholat intinya spesial untuk jamaah lelaki. Ruang dalam-nya tidak diperlengkapi dengan perlengkapan pengatur suhu ruang hingga pada musim dingin suhu dalam ruang masjid ini juga akan merasa alami dinginnya, berlainan dengan bangunan tambahannya yang disebut bangunan baru serta telah diperlengkapi dengan piranti penghangat ruang.

Ditahun 2014, Pemerintah Indonesia lewat Kedutaan Besar Indonesia di Beograd ikut andil memantu muslim Serbia membuat kembali masjid ini serta ikut mengemukakan keinginan dari umat Islam Serbia, pada Presiden Serbia, Nikolic, sangkanya sudi melimpahkan tanah serta bangunan di komplek Masjid ” Bajrakli ” di Beograd, jadi punya umat Islam Serbia serta menolong gagasan pendirian Islamic Center di kota Beograd. Atas support serta usaha upaya itu, Dubes Indonesia memperoleh penghargaan teratas dari Komune Muslim Serbia, Harga Kubah Masjid Di Jakarta .

Masjid ini mengamalkan Islam Sunni, serta banyak di pengaruhi oleh dampak kultur Turki serta Bosnia. Khutbah jumat dikerjakan dalam 3 bhs, yaitu Inggris, Serbia serta Arab. Jamaah masjid ini biasanya yaitu warga keturunan serta beberapa ekspatriat asing yang berada di Beograd. Warga muslim Serbia sendiri telah banyak yang pilih mengungsi serta tinggal di Albania, Bosnia, atau Kosovo.