Sebentar lagi hari raya Idul Adha tiba. Segala persiapan pastinya sudah mulai dipersiapkan demi menyambutnya mulai dari yang akan berangkat ibadah haji, beribadah lebih baik lagi, persiapan untuk puasa sunnah hingga persiapan bagi yang ingin berkurban. Untuk persiapan bagi para pekurban maka pastinya kini sudah mulai melihat-lihat atau bahkan telah membeli hewan yang akan dikurbankannya.

 

Namun sejak adanya teknologi, cara berkurban yang seperti biasa yaitu dengan membeli hewan lalu dipotong sendiri atau diwakilkan ke panitia di desa setempat pun mulai berubah. Kini banyak orang yang lebih suka dengan kepraktisan sehingga ada cara kurban dengan uang ditransfer kepada panitia lalu panitia akan membelikan hewan kurban dan menyembelihkannya sekaligus mendistribusikan nya ke orang yang membutuhkan di luar sana. Praktik ini dilakukan umumnya untuk umat muslim Indonesia yang sedang ada di luar negeri dan bermaksud menyembelih di Indonesia, atau sebaliknya umat muslim Indonesia yang ingin menyumbangkannya ke luar negeri di negara miskin.

 

Lalu sebetulnya mana yang lebih utama antara kurban cara biasa atau cara transfer? Dalam hal ini sudah ada ulama yang menjelaskan dimana pada dasarnya hukum kurban menurut Islam adalah sunnah muakkad atau sunnah yang mendekati wajib dan diutamakan. Sedangkan untuk kurban secara transfer ini ada beberapa pendapat dimana sebagian memperbolehkannya lantaran tidak ada aturan yang jelas dan tidak adanya larangan. Namun ada juga yang kurang setuju dengan adanya kurban dengan transfer uang ini.

 

Sebetulnya berkurban memiliki beberapa maksud, yaitu:

 

  • Pertama tentu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT karena ibadah kurban merupakan ibadah yang begitu agung. Penyembelihan hewan sendiri adalah ibadah sehingga bagaimana ibadah bisa dilakukan dengan benar ketika bahkan pekurban tidak bisa melihat hewannya disembelih?
  • Selanjutnya, apabila pekurban mengirim uang demi bisa berkurban di negeri lain maka pekurban kehilangan kesempatan dalam berdzikir kepada Allah SWT karena ketika hewan disembelih maka pekurban disyariatkan berdzikir kepada Allah SWT.
  • Terdapat sunnah dalam memakan daging kurban yang dikurbankan tersebut sehingga sunnah ini pun tidak akan didapatkan nantinya. Bahkan ada yang menyebut memakan daging kurban merupakan wajib sehingga Anda tidak bisa mengerjakannya jika melakukan metode transfer.

 

Itulah beberapa hal yang patut dipertimbangkan ketika Anda berencana untuk berkurban dengan metode transfer seperti yang saat ini banyak dilakukan. Memang banyak ulama yang menyatakan jika hukumnya diperbolehkan, namun dalam hal ini Anda akan kehilangan beberapa kesunnahan di dalam ibadah berkurban sehingga patut dipikirkan. Ulama memberikan pilihan jika memang ingin membantu negeri miskin, maka bisa dengan bersedekah uang, makanan, pakaian atau lainnya. Namun dalam berkurban, ada baiknya di negeri sendiri. Wallahua’lam.