Pasar e-commerce yang dilengkapi dengan cek resi jne bagi konsumen di Indonesia alami perkembangan yang begitu cepat tiap-tiap th.. Lumrah saja apabila banyak peritel yang semula cuma memercayakan pen jualan lewat gerai, saat ini merambah usaha e-commerce. Tengok saja, PT K24 Indonesia. Yang memiliki gerai apotek K24 mulai sejak 1, 5 th. paling akhir telah mulai memperkenalkan aplikasi K24klik.

Peritel Andalkan Lini E-Commerce untuk Mendongkrak Sales

Bagas Prama Ananta, Founder K24klik, menyebutkan, sekarang ini, peran dari lini e-commerce masih tetap kecil, baru sekitaran 5% dari keseluruhan penjualan. ” Ke depan, peran dari K24klik juga akan makin besar, ” katanya

Optimisme Bagas ini berdasar pada support infrastruktur gerai Apotek K24 yang menyebar di beberapa daerah. Terlebih basis K24klik terintegrasi dengan 388 gerai fisik Apotek K24 di semua Indonesia. ” Kami memiliki tim sendiri, hingga pengiriman lebih cepat. Ada juga hubungan kerja dengan Go-Jek serta Uber untuk beberapa daerah spesifik, ” tutur Bagas.

Mulai sejak pertama di luncurkan, trafik pemakai aplikasi K24klik sejumlah 400. 000 orang per bln.. Hingga akhir th. kelak, Bagas membidik, jumlah pengunjung itu dapat menjangkau satu juta per bln.. ” Dengan inovasi, satu diantaranya dapat pesan obat-obat langka atau susah diperoleh, K24klik selangkah semakin maju daripada pesaing, ” klaim Bagas.

PT Duta Intidaya Tbk juga selalu meningkatkan e-commerce untuk mensupport ekspansi gerai Watsons. Awal 2017, yang memiliki gerai penyedia product kecantikan serta farmasi ini telah melaunching Watsons ID.

Sukarnaen Suwanto, Direktur Pengembangan Usaha Duta Intidaya katakan, dengan pembagian segmen 60% wanita di rentang usia pada 15 tahun-35 th., perusahaan berkode saham DAYA di Bursa Dampak Indonesia ini mengharapkan, lini e-commerce dapat menggenjot penjualan. ” Watsons ID untuk mencapai generasi yang lebih muda. Mereka punya kebiasaan lihat product lewat smartphone, ” katanya

Terkecuali ke-2 perusahaan itu, banyak peritel besar yang lakukan penetrasi pasar lewat penjualan on-line. Umpamanya, PT Partner Adiperkasa Tbk melaunching MAPeMall, PT Ace Hardware Indonesia Tbk dengan basis Ruparupa. com. Sedang PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk memperkenalkan aplikasi Alfacart. com.

Smarthpohne tiongkok menggurita

Satu dekade lantas, pasar hp Tanah Air demikian semarak, Nokia masih tetap jadi satu diantara merk hp (bukanlah smartphone) yang paling banyak di cari, dibarengi Sony (terlebih dulu Sony Ericsson), Samsung, serta Motorola. Hp lokal juga tidak ingin ketinggal, sebut saja Nexian, Evercoss, Advan, serta Mito yang mengarah kelas low-end.

Pada 2006, pasar hp low-end kuasai sekitaran 49 % market share, serta pada 2007 naik jadi 55 %. Tetapi, langkah mereka semakin sempit saat pada akhir 2008, merk hp Tiongkok mulai merangsek masuk. Sebagian salah satunya yaitu Huawei, ZTE, K-Touch, Haier, HiSense, Beyond, CSL Blueberry, serta yang lain.

Hp Tiongkok cukup laku manis di market, terutama banyak operator seluler yang lakukan kiat penjualan hp dengan system bundling. Tidak cuma itu, hadirnya hp Tiongkok juga makin deras pada 2008.

Menurut pakar serta pengamat tehnologi telekomunikasi Teguh Prasetya, satu diantara penyebabnya derasnya hp Tiongkok masuk ke pasar Indonesia yaitu karna waktu itu Indonesia belum juga mempunyai produsen hp lokal yang kuat serta mandiri.

” Waktu itu produsen lokal di Indonesia belumlah ada yang mandiri. Mereka masih tetap menghasilkan hp di Tiongkok. Mereknya memanglah lokal, tapi barang yang di pasarkan yaitu buatan Tiongkok. Hingga, saat ini hp Tiongkok dapat melaju tanpa ada perlawanan dari hp lokal, ” tuturnya

Selanjutnya, Teguh menyebutkan perang harga juga jadi kiat paling utama hp Tiongkok untuk merebut pasar. Produsen hp Tiongkok manawarkan harga lebih murah dari hp merk lokal, tetapi mempunyai feature yang tidak kalah ciamik dari merk global.

” Mereka berani tawarkan hp dengan harga yang tambah lebih murah, tapi dengan spesifikasi yang tidak kalah dengan merk global, ” ucap Teguh memberikan.

Pria yang dikenal juga jadi pendiri Indonesian Cloud Komunitas ini menuturkan, banyak hal yang buat hp lokal tergerus yaitu karna waktu itu hp lokal tidak berkelanjutan dalam meluncurkan product baru. Juga mempunyai kwalitas product serta eksistensi yang rendah dan service purna jual yang kurang meluas.

” Service purna jual yang didapatkan produsen lokal sangat kurang. Hadirnya service centre masih tetap terbatas serta tidak dapat mengakomodir semuanya keperluan pemakai. Service center umumnya cuma berada di kota-kota besar, lalu bagaimana dengan customer diluar kota besar?, ” ujarnya.

Pada 2009, hp pandai (smartphone) mulai menyemarakkan pasar hp Indonesia. Sebagian merk global yang menguasai yaitu Nokia lewat seri Communicator serta BlackBerry dengan seri Curve. Lalu pada 2010, BlackBerry merajai pasar hp Tanah Air lewat seri Bold serta Torch.

Tetapi pada 2011, dominasi BlackBerry mulai terganggu dengan popularitas smartphone berbasiskan system operasi (OS) Android di Tanah Air. Menurut instansi penelitian International Data Corporation (IDC), satu tahun lalu (pada 2012) hp berbasiskan Android makin menguasai pasar smartphone di Indonesia.

Sitem operasi Android merajai dengan peran 64 % dari semua smartphone yang di kirim ke Indonesia pada kuartal ke-3 2012. Saat itu, pasar smartphone pada kuartal ke-3 masih tetap didominasi oleh vendor asing, salah satunya Nokia, Samsung, BlackBerry, dan dua vendor lokal yakni Evercoss (terlebih dulu Cross) serta Mito.

Tetapi, vendor smartphone lokal terbentur merk Tiongkok serta Taiwan yang tawarkan harga terjangkau serta spesifikasi tinggi. Karena persaingan perebutan harga, smartphone lokal semakin terjepit. Merujuk data dari GfK, bila dihitung dengan value, smartphone global kuasai nyaris 85 % serta bekasnya yakni 15 % direngkuh smartphone merk lokal.

Market share smartphone lokal berangsur alami penurunan sampai 2015. Dari beberapa puluh merk lokal, yang sekarang ini masih tetap bertahan yaitu Advan, Evercoss, serta Polytron. Tetapi, Polytron dapat dikatakan sebagai pemain baru di industri smartphone lokal.

Polytron mulai terjun ke industri smartphone pada 2011, sedang Advan mulai sejak 2007 serta Evercoss pada 2008 yang waktu itu bernama Cross.