Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada perdagangan Rabu pekan ini. Dolar AS memang tertekan akibat kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Mengutip Bloomberg, Rabu (1/2/2017), rupiah di buka di angka 13. 349 per dolar AS, menguat bila di banding dengan penutupan perdagangan terlebih dulu yang berada di angka 13. 369 per dolar AS.

Mulai sejak pagi sampai siang ini, rupiah ada di kisaran 13. 340 per dolar AS sampai 13. 365 per dolar AS. Bila dihitung dari pertama th., rupiah masih tetap menguat 0, 89 per dolar AS.

Sedang berdasar pada Kurs Rujukan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dibanderol di angka 13. 349 per dolar AS, tidak banyak bergerak bila dibanding dengan patokan terlebih dulu yang berada di angka 13. 343 per dolar AS.

Dolar AS tergelincir pada perdagangan Selasa tempo hari sesudah Trump menyebutkan kalau China serta Jepang mesti lihat kembali kebijakan nilai ganti mereka. Diluar itu, penasehat perdagangan dari Trump juga menyebutkan kalau nilai ganti euro telah sangat dibawah pasar.

Baca juga: kurs dollar hari ini

Pemerintah Jepang sendiri menyebutkan kalau kebijakan nilai ganti yang mereka ambillah tak ada hubungannya dengan manipulasi. Kebijakan moneter mereka semata-semata lebih karna argumen domestik.

Analis Societe Generale SA, London, Kit Juckes, menerangkan kalau sedikit susah untuk lihat arah dolar AS sekarang ini dengan kebijakan yang di ambil oleh Trump.

Sedang Ekonom PT Samuel Sekuritas Rangga Cipta menerangkan, rupiah tengah nikmati efek dari pelemahan dolar AS. Penguatan rupiah ini dengan kurs beda di Asia.

Tetapi, penguatan rupiah tidak sangat besar karna ada sentimen negatif dari dalam negeri yakni inflasi yang naik. ” Tingginya ketidakpastian politik juga jadi sentimen negatif yang ada, ” terang dia.