Pernahkah anda bekerja di sebuah perusahaan yang besar ? Biasanya di sebuah pabrik manufaktur besar yang berada di satu negara tertentu amat memperhatikan keselamatan pekerja. Termasuk juga di negara kita Indonesia. Disebut dengan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja). Ini adalah salah satu wadah yang dikeluarkan pemerintah untuk melindungi atau menjamin keselamatan pekerja di Indonesia.

alat medis untuk k3

Peranan K3 ini tentu tidak lepas dari dokter atau tim medis di satu perusahaan dan juga ketersediaan alat – alat yang berkaitan dengan hal ini. Tidak jarang di sebuah perusahaan besar terdapat rumah sakit khusus untuk para pekerjanya. Diantara beberapa jenis alat medis yang termasuk dalam program K3 diantaranya sebagai berikut :

1. Defibrillator (Alat Kejut Jantung)

Alat ini bahkan tidak hanya digunakan di lingkungan perusahaan, alat ini juga digunakan di linkungan perhotelan dan juga tempat – tempat umum dimana banyak dikunjungi orang. Defibrillator merupakan alat keselamatan dari bahaya serangan jantung mendadak yang bisa terjadi pada seseorang dimana saja ia berada.

Kondisi seseorang yang mengalami serangan jantung biasanya shock dan ritma jantung tidak normal. Bahkan tidak jarang ada yang mengalami henti jantung. Alat ini digunakan untuk mengejutkan jantung dengan stimulus energi listrik pada kekuatan tertentu untuk mengembalikan denyut jantung.

2. Audiometer (alat uji gangguan pendengaran)

Alat K3 lainnya yaitu Audiometer. Alat ini biasanya digunakan di sebuah pabrik yang pekerjanya setiap harinya bekerja dengan suara bising yang cukup tinggi. Alat ini digunakan untuk memeriksa ada tidaknya gangguan pendengaran yang dialami oleh pekerja akibat dari paparan kebisingan dalam waktu yang cukup lama. Melalui analisa data yang diperoleh, juga dapat diperkirakan apakah seseorang dapat mengalami kebisingan dalam waktu tertentu atau tidak.

3. Spirometer (Alat uji gangguan paru)

Fungsinya hampir sama seperti alat Audiometer, yaitu untuk melakukan uji terhadap kemungkinan adanya penyakit tertentu. Spirometer digunakan untuk menguji paparan gas berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan paru – paru obstruktif. Alat ini biasanya digunakan untuk mengecek kondisi pekerja di perusahaan yang pekerjanya setiap hari terpapar gas – gas yang tidak ramah linkungan.